Rabu, 02 November 2016

Tentang Demonstrasi Yang Akan Di Gelar Pada 4 November Oleh FPI



Berita Terkini - Tindakan unjuk rasa 'tangkap Ahok' yang gagasannya bakal dikerjakan Jumat minggu ini jadi pembicaraan hangat di sosial media. Kami merangkum semua yang butuh Anda kenali mengenai gagasan tindakan ini.

1. Demonstrasi mengenai apa?
Diklaim sebagai 'aksi bela Islam II', unjuk rasa ini intinya menuntut Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok dipenjara lantaran dikira ''menistakan agama, menodai Alquran, berbuat tidak etis ulama, serta mengejek umat Islam'' - satu tuduhan yang masihlah diselidiki oleh kepolisian.
Tudingan itu berkaitan perkataan Ahok di satu acara, kalau beberapa orang tentu tidak bakal memilihnya lantaran ditipu (oleh politisi) dengan (memakai) Al-Maidah ayat 51.
Ahok sudah mohon maaf serta menyampaikan kalau dianya tak punya niat berbuat tidak etis ayat suci Alquran. Beberapa tokoh Islam juga menyampaikan, Ahok tak dapat dituding menista.
Tetapi masalah ini jadi amunisi baru untuk kelompok penentang Ahok yang dlam hal semacam ini di pimpin Front Pembela Islam (FPI), grup garis keras pimpinan Habib Rizziek Shihab.
Tindakan unjuk rasa bakal dikerjakan siang hari dengan mengadakan arak-arakan dari Masjid Istiqlal ke Istana Negara. Belum terang berapakah jumlah tentu yang berperan serta, tetapi diprediksikan semakin besar dari yang terlebih dulu.
Dari poster yang mengedar, peserta dihimbau untuk membawa bekal untuk menghadapi peluang bermalam. Penyelenggara juga menyarankan orang yang berperan serta untuk ''menyiapkan wasiat untuk keluarga'' serta ''berdoa untuk kemenangan umat Islam''.

Ahok terlebih dulu sudah mohon maaf serta menyampaikan kalau dianya tak punya niat berbuat tidak etis ayat suci Alquran.

2. Siapa yang berperan serta?
Unjuk rasa ini diikuti oleh beragam ormas Islam. Front Pembela Islam (FPI) jadi panitia acara.
Dalam account Twitter, Habib Rizieq dari FPI bahkan juga menyarankan perusahaan, kantor, serta sekolah untuk diliburkan supaya pegawai serta pelajar turut tindakan. Dalam unjuk rasa terlebih dulu, beberapa anak-anak dibawah usia terlihat dikerahkan dalam unjuk rasa serta turut membentangkan spanduk.
Banyak pihak cemas tindakan ini bakal berjalan ricuh serta riskan ditunggangi kebutuhan lain, tetapi penyelenggara seperti diambil beragam laporan menyebutkan unjuk rasa bakal berjalan damai tanpa ada kerusuhan.
Presiden Joko Widodo juga sudah memerintahkan aparat polisi serta TNI berlaku profesional dalam mengamankan demo itu.

3. Siapa yg tidak turut dan?
Baik Nadlatul Ulama (NU) ataupun Muhammadiyah mengakui tidak dapat menampik tindakan itu tetapi tak juga menyarankan anggotanya turut dalam tindakan.
Dalam pernyataan setelah berjumpa Presiden Joko Widodo di Istana Negara Selasa (01/11), pimpinan NU serta Muhammadyah menyebutkan mereka tidak dapat melarang anggota yang menginginkan ikut serta, tetapi menyerukan tidak untuk membawa atribut organisasi.
''Kami tak menghimbau warga Muhammadiyah lakukan demonstrasi pada 4 November. Kami menghormati saudara-saudara kami mengambil keputusan untuk berdemonstrasi, namun mesti dikerjakan lewat cara damai. Jauhkan bebrapa aksi anarkis, kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Danhil Azhar Simanjuntak pada BBC Indonesia.


Muhammadiyah, kata Danhil, yaitu satu diantara organisasi pertama yang melaporkan Ahok ke polisi atas tuduhan penistaan agama, tetapi terasa penyelesaian masalah itu mesti ditempuh dengan jalur hukum, bukanlah dengan pengerahan massa.
Disamping itu NU dalam pernyataannya memohon semua pengurus NU serta warga NU untuk dengan cara pro aktif ikut menentramkan kondisi, melindungi supaya situasi yang aman serta damai tetaplah terpelihara serta tak ikutan memperkeruh situasi dengan provokasi serta hasutan.

4. Bagaimana berdebatannya?
Di sosial media, banyak perngguna berdebat mengenai tindakan unjuk rasa 4 November. " Tuhan tak perlu dibela " tutur sebagian pemakai Facebook yang lalu membagikan tulisan lama Gus Dur yang dimuat media pada 1986 dengan judul sama.
''Kasus Ahok ini cuma gunung es. Di bawahnya memanglah ada bongkahan sentimen yang sudah mengendap. Kian lebih masalah mulut Ahok serta ayat Al-Maidah, '' kata @savicali dalam account Twitternya.
Sebagian orang, menyarankan tidak untuk ikutan serta melihat saja dari rumah.

Opini netizen terpecah berkaitan demonstrasi 4 November yang akan datang.
5. Apa yang disebut 'Jihad Konstitusional'?
Penyelenggara menyebutkan tindakan ini sebagai 'Jihad Konstitusional'. Namun apa berarti?
Walaupun serupa, arti ini tidak sama dengan arti 'Jihad Konstitusi' yang sudah lama digerakkan oleh Muhammadiyah.
Danhil Azhar dari Muhammadiyah menyampaikan kalau 'Jihad Konstitusi' versus mereka yaitu gerakan untuk menguji undang-undang yang dikira tak berpihak pada rakyat.
''Ini telah lama sekali mulai sejak masa Din Syamsudin sebagai gerakan hukum, '' tuturnya.
''Kami mempersiapkan tim pakar hukum, ekonomi, minerba, untuk membahas undang-undang mana yang merugikan lalu kita kemukakan uji materi ke Mahkamah Agung. Ini langkah hukum dengan cara resmi, bukanlah yang lain. ''
Disamping itu arti 'Jihad Konstitusional' yang dicetuskan oleh ormas-ormas peserta tindakan 4 November nampaknya baru mulai dipakai belakangan ini.
Dalam pernyataannya, FPI menyampaikan kalau jihad konstitusional yaitu, ''aksi penegakan hukum, bukanlah tindakan SARA, maupun tindakan politik Pilkada'' tetapi tak menerangkan selanjutnya tujuannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar